Jumat, 23 Feb 2024
  • Dibuka PPDB TA 2024/2025 » ppdb.sdi.sch.id ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀|⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Dukung pembangunan gedung sekolah » donasi.sdi.sch.id

Serial Doa Sholat: Bacaan Tasyahhud Awal dan Akhir

Serial Doa Sholat: Bacaan Tasyahhud Awal dan Akhir

Serial Doa Sholat: Bacaan Tasyahhud Awal dan Akhir

التَّحِيَاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“Segala ucapan selamat, salawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Mudah-mudahan salawat serta salam terlimpahkan kepadamu wahai engkau wahai Nabi beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Mudah-mudahan salawat dan salam terlimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya”.([1])

Sholawat atas Nabi

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid“

artinya: Ya Allah, semoga shalawat tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, semoga berkah tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. ([2])

Footnote:
([1]) HR. Bukhari 2/63 no. 1202

Lafal tasyahhud yang terbaik

Mayoritas ulama berpendapat bahwa lafadz bacaan tasyahhud yang paling shahih adalah sebagaimana bacaan tasyahhud yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud. (Lihat Al-Ausath Li Ibn Abdil Barr 2/306, Subulus Salam Li As-Shan’ani 1/284, dan Al-Minhal Al-‘Adzbu Al-Maurud Syarh Sunan Abu Dawud 6/74)

Kemudian, menurut Imam Syafi’i tingkatan bacaan tasyahhud yang shahih dan disukai setelah bacaan yang riwayat Ibnu Mas’ud adalah sebagaimana riwayat Ibnu Abbas, ia berkata:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا التَّشَهُّدَ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ فَكَانَ يَقُولُ: التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ، الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ رُمْحٍ كَمَا يُعَلِّمُنَا الْقُرْآنَ

“Rasulullah pernah mengajarkan kepada kami doa tasyahhud sebagaimana beliau mengajarkan kepada kami suatu surat dalam Al-Qur’an, beliau mengucapkan: At-tahiyyatul Mubaarakatus Shalawatut Thayyibaatu lillah, As-salaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuh, As-salaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahis shalihin, Asyhadu an laa ilaaha illa Allahu, wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah.” Dalam redaksi yang diriwayatkan Ibnu Rumh disebutkan “sebagaimana beliau mengajarkan kepada kami Al-Qur’an.” (H.R. Muslim no.403, lihat bacaan yang kedua)

Imam As-Syafi’i berkata: “Banyak sekali hadits yang menjelaskan tentang bacaan tasyahhud dengan lafadz yang berbeda, lafadz yang paling aku sukai adalah ini (riwayat Ibnu Abbas) karena lafadz tersebut lebih sempurna. (Al-Umm Li As-Syafi’i 1/140)

Dan diantara sebab beliau lebih memilih tasyahhud ini adalah: Tambahan riwayat dalam lafadz (المبُاَرَكَاتُ). Begitu juga cara mengajarkan Nabi kepada Ibnu Abbas, sebagaimana beliau mengajarkan Al-Qur’an kepadanya. Disamping itu, tasyahhud yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas adalah riwayat terakhir daripada yang lain. Dan riwayat hadits yang paling terakhir lebih utama daripada riwayat yang lain. Demikian halnya, tasyahhud tersebut sesuai firman Allah:

تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً

“Salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi keberkahan lagi baik.” (An-Nur: 61)

Dan segala suatu khususnya dalam ibadah yang sesuai dengan firman Allah, maka itu lebih utama. (Al-Hawi Al-Kabir Syarh Mukhtashar Al-Muzanniy Li Al-Mawardiy 2/156 dan Al-Majmu’ Li An-Nawawi 3/457)

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: Imam As-Syafi’i pernah ditanya tentang tasyahhud yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, lalu beliau berkata: karena maknanya yang luas, hadits yang diriwayatkannya memiliki riwayat yang shahih dan makna dalam bacaan tersebut lebih banyak dan luas dibandingkan dengan yang lain. (Fathul Bari Li Ibn Hajr 2/316.)

Berbeda dengan Imam Malik, beliau lebih memilih lafadz tasyahhud yang diriwayatkan oleh Umar bin Khatthab, sebagaimana dalam hadits riwayat Abdurrahman bin Abdul Qariy:

أَنَّهُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ، وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ، يُعَلِّمُ النَّاسَ التَّشَهُّدَ. يَقُولُ: قُولُوا: التَّحِيَّاتُ للهِ، الزَّاكِيَاتُ للهِ، الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ للهِ؛ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ. السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ

Sesungguhnya dia mendengar Umar bin Khatthab ketika di atas minbar mengajarkan kepada orang-orang doa tasyahhud, mengucapkan: At-tahiyyatu lillah, Az-zaakiyaatu lillah, At-Thayyibaatus Shalawaatu lillah, As-salaamu ‘alaika ayyuha An-nabiyyu wa rahmatullah, As-salaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibaadillahis shalihin. Asyhadu an laa ilaaha illa Allahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu. (H.R. Malik di dalam Al-Muwattha’ no.300 dan Al-Baihaqi no.2838)

([2]) HR Bukhori 4/146 No 3370

Sumber:
https://bekalislam.firanda.com/2923-tasyahud-dan-duduk-tasyahud-awal.html
https://bekalislam.firanda.com/2926-tasyahud-akhir-dan-duduk-tasyahud-akhir.html#_ftn19

Aditya Warindra

Tulisan Lainnya

Serial Doa Sholat: Doa Istiftah
Oleh : Aditya Warindra

Serial Doa Sholat: Doa Istiftah

Serial Doa Sholat: Bacaan I'tidal
Oleh : Aditya Warindra

Serial Doa Sholat: Bacaan I’tidal

Serial Doa Sholat: Bacaan Sujud
Oleh : Aditya Warindra

Serial Doa Sholat: Bacaan Sujud

Memohon Perlindungan dari 4 Perkara
Oleh : Aditya Warindra

Memohon Perlindungan dari 4 Perkara

Serial Doa Sholat: Bacaan Ruku’
Oleh : Aditya Warindra

Serial Doa Sholat: Bacaan Ruku’

KELUAR